“Perang Siber Terbuka” antar “hacker” Indonesia versus Australia makin heboh setelah ancaman putusnya hubungan diplomatik kedua negara menjadi wacana usai
“Hacker” Australia yang tergabung dalam “anonymous” menyepelekan “hackers” Indonesia yang tergabung dalam “guad army” sebagai “bocah ingusan” dalam menghadapi “perang”
Anonymous Australia telah memperingatkan hacker Indonesia untuk berhenti menyerang situs-situs yang tak ada kaitannya dengan aksi spionase pemerintahnya. Namun karena
Hackers Indonesia yang tergabung dalam Anonymous berhasil melumpuhkan situs web Australian Secret Intelligence Service atau ASIS. Keberhasilan ini diungkapkan oleh
“National Geographic,” majalah yang menyajikan fenomena alam dan petualangan, dalam edisi terbarunya melaporkan dengan “depthnews,” atau sangat rinci, tentang dampak
“Nasionalis” para “hacker’s” Indonesia yang tergabung dalam kelompok “anonymous,” terpanggang oleh kecerobohan Australia yang menyadap data pembicaraan pejabat Indonesia, dengan
Heboh. Gaduh. Dan ramai. Itu yang ditangkap dari kesan dirilisnya aplikasi BlackBerry Messenger untuk Android. Aplikasi yang sudah sangat ditunggu-tunggu,
Bergembiralah para pengguna “personal computer” dan “laptop.” Mulai hari ini, 18 Oktober 2013, bersamaan dengan “lanching” perdananya, “Windows 8.1” hasil
Indonesia, kini, menjadi mencatatkan dirinya sebagai “cowboy” nomor satu dalam melakukan serangan “cyber” ke berbagai belahan dunia. Para “hackers” Indonesia,
Robert"Bill" Gates, pendiri dan pemilik Microsoft, perusahaan yang memproduksi piranti lunak computer “windows system,” menyesali lahirnya kombinasi tiga perintah di