ANAS Urbaningrum, tersangka kasus proyek olahraga terpadu Hambalang, mulai menuai retorikanya sebagai orang yang terzalimi, dengan tingginya ketidakpercayaan publik terhadap
FRAKSI Partai Demokrat menilai rencana Tim Pengawas (Timwas) Century untuk memanggil Anas Urbaningrum sangat tidak beralasan. Anas dinilai tidak mengetahui
ANAS kini mendapat tuduhan baru, menyeret nama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam pusaran pembelaan dirinya setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh
Anas memang “petualang” dalam memanfaatkan momen. Ia menjadikan infrastruktur media sebagai ajang untuk mengumbar retorika, terutama pilihannya yang cerdik terhadap
MANTAN Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyebut keterlibatan anak Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono dalam kasus Hambalang. Komisi Pemberantasan
“RCTI” Rabu dinihari menyiarkan wawancara “eksklusif” dengan Anas Urbaingrum dengan tajuk “Perlawanan Anas.” Dalam wawancara yang tidak banyak ditonton pemirsa
MENGUATNYA politisasi yang mengiringi penetapan Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus proyek olahraga terpadu Hambalang, terutama yang disuarakan pengamat dan kolega
“DENDAM” Anas Urbaningrum atas perlakuan dirinya oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat belum berakhir. Anas, yang sehari sebelumnya meninggikan nada retorikanya
WAKIL Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie berpeluang besar menggantikan posisi Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum. Pasalnya Marzuki tercatat
ANAS Urbaningrum memakai kata berhenti bukan mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Penggunaan kata berhenti ini menjadi tandatanya dikalangan