close
Nuga Travel

Asam Pedas “Rumahan” di Rodya’s

Ini asam pedas rumahan. Itu yang dikatakan Avid sebagai salam pembuka ketika kami mencecahkan lidah pada hirupan pertama  kuah gulai kepala ikan bandi, nama lain dari kakap merah, yang “jalang” atawa encer.

Kuah asam pedas dengan irisan bumbu tomat kampung, belahan cabe muda, gilingan kunyit, bawang merah, bawang putih, sedikit ketumbar; ditambah cabe rawit yang pedasnya mengigit lidah dan membikin uap napas mengeluarkan desah  hap.. hup… di warung  Rodya’s,  persis di pusar Jalan Teuku Umar, Meulaboh, Aceh Barat, pekan lalu.

Asam pedas atau sampadeh ayia namanya di Aceh barat-selatan, dan asam keung disebut di utara-timur sana,  secara prinsip hanya berbeda tipis dalam rasa.  Beda tipis  itu terletak pada pemakaian  bumbu asam sunti sehingga yang satu lebih asam belimbing dan lainnya agak kelat.

Asam pedas Meulaboh, seperti sampadeh barat-selatan lainnya tak menyertakan gilingan asam sunti seperti lazimnya asam keung di utara timur sehingga secara penampilan yang satu agak jernih sedangkan  yang berasam sunti biasanya berwarna keruh.

Memasaknyanya juga sedikit beda. Kalau yang dipesisir barat terlebih dahulu ditumis dengan sedikit minyak makan dan bawang rajangan. Yang lainnya langsung dimasak dengan bumbu yang telah diaduk. Dua-duanya berkuah air.

Di Meulaboh mau pun Tapaktuan masih ada satu jenis asam pedas dengan bumbu kelapa gonseng yang digiling. Agak berminyak Ikannya juga khusus sure dan sisik.

Oleh gelitik rasa asam pedas dengan kepala ikan karang  inilah yang menyebabkan kami mencari kembali warung mencari warung rumahan milik Avid, suami trendy yang katanya sudah merantau ke banyak negeri dan akhirnya kawin dengan gadis Meulaboh juga.

 

Sedikit sulit menemukan warung rumahan milik Avid ditengah kerimbunan pertokoan dan jejeran kedai nasi sepanjang jalan utama yang menghubungkan pusat kota tua dengan pangkal Tugu Pelor yang semrautnya minta ampun di tengah pertumbuhan pesat kota utama di pantai barat Aceh itu.

 

Ketika kami bersua dengan Rodya’s di tengah hari itu, setelah dua kali memutar lokasi yang sama,  asam pedas rumahan. Meulaboh  yang kami cari itu masih berasap.

Istri Avid, seorang ibu muda dengan satu anak yang masih balita, melempar senyum dan menyapa dengan dialek yang sangat gembur, Meulaboh yang akulturasi tuturnya bercampur baur antara Jamee, Barus dan Aceh sesuai dengan komunitas masyarakat penghuninya.

“Baru masak. Singgah lagi ya Pak!!”  Ibu muda itu sepertinya tahu kami kesulitan menemukan warungnya usai singgah  tiga bulan lalu dan menapaktilasi kembali hanya  untuk sebuah kenikmatan selera  mencicipi kuliner akulturasi Aceh, Padang, Barus dan Melayu dalam taste sangat Meulaboh.

Ya, kami singgah lagi, ketika dua perempuan bule setengah baya sedang memindahkan ikan panggang rambeu kepiringnya dan menimbunnya dengan tumis kangkung, tempe gulai, sayur brokoli serta menaburkan sambal tokok teri di atasnya.

Salah seorang bule itu tahu kami memperhatikan aksinya, menatap dengan sorot lucu. Memonyongkan mulut, menarik kulit keningnya ke atas  serta berkata dalam bahasa Indonesia yang bengkok, “Ouuww.. enakkk…”

“Mereka biasa sarapan dengan cara begitu, tanpa nasi,” ujar istri Avid menambahkan informasi tentang bule yang sehabis makan selalu ribet bercuap-cuap kepedasan dan mengibaskan tangannya ke mulut. “Setiap kali habis makan selalu begitu. Ribet mencerocos dan kemudian datang lagi,” kata Avid tergelak.

Warung Rodya’s memang teramat sederhana. Hanya ada tiga meja  kayu yang masing-masing dikelilingi  empat kursi di ruang dalamnya. Sedangkan di kaki limanya ada tiga kursi dengan satu meja. Dan yang asyiknya lagi pengambilan nasi dan lauknya prasmanan.

Untuk ukuran kantong pelancong yang singgah untuk makan siang, hitungan harga di Rodya’s termasuk sangat murah. Dua kepala ikan gulai asam pedas yang kami sikat habis ditambah sambal ketok teri, seporsi  gulai eungkot paya dan nasi tambah di hargai Rp.38 ribu.

Sewaktu kami klarifikasi dengan mengulang menu yang kami makan, Avid mengangguk tanda tak ada yang salah dan berkata, ”Kan warung rumahan.” []

 

read more
Nuganomics

Segera, Revitalisasi Kilang Gas Arun

Proyek revitalisasi Kilang Gas Alam Cair (LNG) Arun, Lhokseumawe, Aceh,  menjadi terminal penerima dan regasifikasi akan segera dimulai bersamaan dengan dimenangkannya tender rancangbangun, pengadaan dan konstruksi  oleh kontraktor pelaksana PT Rekayasa Industri. Pekerjaan revitalisasi ini
read more
Nuga Bola

Liga Champions
Hanya MU yang Sempurna

Hanya Manchester United yang meraih nilai sempurna. Barca terseok. Malaga safety, Dan Porto aman. Itulah peta hasil sementara di pertandingan pertama putaran  kedua babak penyisihan grup  Piala Champions yang telah dimainkan  empat klub yang mengemas
read more
Nuga Bola

Liga Primer, “Kuno!”

“Sepakbola Inggris kuno!” tulis majalah Time  dengan nada nyeleneh di sebuah judul tulisannya. Bukan sembarangan Time menyimpulkan analisisnya ini. Dan bukan sembarangan pula Time menurunkan tulisan sepakbola sebagai laporan utamanya, yang biasanya didominasi oleh persoalan
read more
Nuga Life

Olahraga pada Lansia Cegah Demensia

Tetaplah berolahraga meskipun sudah tua. Sebuah penelitian membuktikan olahraga pada orang lanjut usia bisa mengurangi risiko penyakit demensia dan menjaga fungsi otak mereka. Peneliti dari University of Miami Miller School of Medicine, Amerika, membuktikan aktivitas
read more
Nuga Travel

Berburu Ombak ke Nancala

Lasikin di pangkal zuhur yang terik ketika jilatan matahari tropis hinggap di landas pacunya. Pulau-pulau  fatamorgana menjalar bagaikan genangan air di permukaannya dan mengicuh sorot penglihatan. Satu jam sepuluh menit lalu kami take off dari Polonia,
read more
Nuga News

Kabinet Zaini-Muzakir yang Baru

Banda Aceh – Gubernur Aceh Zaini Abdullah akhirnya melantik sejumlah kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), Senin 5 November 2012. Ini merupakan kabinet yang dilantik setelah empat bulan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf memimpin Aceh.
read more
Nuga Travel

Geureute Tak Pernah Jadi Serpihan

“Geureute tak pernah jadi serpihan,” begitu pesan pendek  yang merambat  di hari ke tujuh usai gempa besar disertai tsunami delapan tahun   yang mengayak dan menjungkirbalikkan kampung-kampung di pesisir Aceh. Pesan  melegakan yang datang ke tempat
read more
Nuga Life

“Starblacks” Panglima Nyak Makam

Sepotong jalan di penggalan  timur Banda Aceh itu tak pernah mati. Ia terus berdenyut tanpa terlelap sepicing pun ketika ada  khauri tayangan live pertandingan sepakbola.  Khauri tayangan berautofocus layar lebar dan dipelototi dengan cerocos suara gaduh 
read more
Nuga Bola

Ballon d’Or, Untuk Lionel Messi?

"Messi sebuah kebetulan.”  Itu yang dituliskan La Marca ketika Mourinho dengan jahil  mengusik persaingan si “boncel”  itu dengan CR-7, Ronaldo, untuk memperebutkan status personal pesepakbola  paling hebat di  muka bumi ini,  ballon d’or. “Messi  juga
read more
Nuga Travel

Bu Gurih….

Kenal Bondan Winarno? Si “Mak Nyusss” pemburu kuliner sekaligus jagoan citarasa makanan dan minuman seantero donya, yang suatu ketika kesengsem dengan bu gurih (nasi gurih) Aceh. Saking uu... eaak-nya, Bondan jika ke Banda Aceh menjadi langganan
read more
Nuganomics

Arah Membangun Infrastruktur Aceh

Infrastruktur? Aceh, sepertinya, masih harus bertarung dalam debat panjang  untuk menempatkan program ini dalam agenda kebijakan pembangunannya untuk mendorong signifikansi pertumbuhan ekonominya. Aceh tidak akan pernah bisa membanggakan  keunggulan komparatifnya  bila  tidak memiliki alternatif dari ketersediaan
read more
Nuga News

Edisi Cetak Newsweek Tamat

“Rest in Peace Newsweek,”  tulis Agence France Presse (AFP). Istirahat dalam damai. Itulah judul  sebuah laporan news feature  Kantor Berita Perancis tersebut tentang “kematian” majalah berita mingguan Newsweek. Sebuah majalah, dulunya, milik Washington Post Corp yang
read more
Nuga Sport

Dosa di Lintasan Tour de France

Tour de France, hari-hari ini, sedang menuai  dosa doping di lintasan pemberitaan media global dengan isu utama bertumpu pada  perdebatan tentang wacana  pencabutan gelar tujuh kali Lance Armstrong, pebalap kelahiran Texas, Amerika Serikat, dan Tim US
read more
Nuga News

973 Pucuk Senjata Illegal Dimusnahkan

NUGA.CO, Banda Aceh – TNI dan Polisi di Aceh memusnahkan 973 pucuk senjata illegal di Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Rabu 17 Oktober 2012. Acara pemusnahan disaksikan oleh para pejabat Aceh. Panglima Kodam Iskandar Muda,
read more
Nuganomics

Toke Jujur

Sepenggal kalimat menyentak yang diucapkan Pak Ali Basyah Amin, ketika kami duduk bersebelahan dalam sebuah penerbangan Banda Aceh- Jakarta Itu tiga dekade lalu. Masih tersimpan tersimpan di brankas memori saya “Anda tahu? Sulit dicari pengusaha
read more
Nuga Bola

Kaka, Gairahnya Belum Mati

Kaka mengirim sinyal ke El Real dan Selecao  tentang gairah sepakbolanya yang belum mati,  usai meletakkan  kembali fondasi  perannya  sebagai  playmaker  dalam tim Samba di pertandingan Malmo, Swedia, pekan lalu, ketika timnya mengalahkan Irak 6-0 di
read more
Nuga Kolom

Mari Belajar dari “The Lost of Arun”

Arun bukan hanya sebuah entitas industri skala besar, yang di puncak kejayaannya ditempelkan bersama sebuah jargon keren, “Zona Industri Lhokseumawe” (ZILS). Tetapi, Arun juga adalah telaah riil dari pengalaman pembangunan Aceh yang ternyata meninggalkan endapan
read more
Page 1013 of 1016